BANYUWANGI, Muncar – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat, khususnya warga Nahdliyin yang bergerak di sektor perikanan. Bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI, LPPNU Banyuwangi turut mengawal akses bantuan sarana perikanan bagi kelompok nelayan di Desa Wringin Putih, Kabupaten Banyuwangi.
Program bantuan tersebut merupakan bagian dari program aspirasi Komisi IV DPR RI yang bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sebagai upaya mendukung produktivitas nelayan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kelompok nelayan penerima manfaat adalah Bahari Setail Sejahtera (BSS), yang saat ini masih berbentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Melalui pendampingan yang berkelanjutan, LPPNU Banyuwangi berkomitmen membantu kelompok tersebut memperkuat kelembagaan dan bertransformasi menjadi Kelompok Usaha Bersama (KUB), sehingga memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengembangkan usaha perikanan dan mengakses berbagai program pemberdayaan pemerintah.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, penyerahan bantuan mesin kapal jenis Mesin Tempel kapasitas 25 PK type 2 tak yang dilakukan secara simbolis oleh jajaran pengurus LPPNU Banyuwangi kepada Mbah Tris, tokoh masyarakat sekaligus perwakilan Pokmaswas Bahari Setail Sejahtera. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026, sebagai wujud nyata sinergi dalam mendukung kebutuhan sarana produksi nelayan.
Baca juga : Rapat Perdana Panja Karhutla, Sonny Desak Pemerintah Tegas Terhadap Korporasi
Ketua LPPNU Banyuwangi masa khidmah 2026–2031, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa pendampingan kelompok nelayan tersebut merupakan bentuk komitmen kepengurusan untuk langsung bekerja nyata sejak awal masa khidmah.
“Bagi kami, pengabdian organisasi harus diwujudkan melalui kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, LPPNU Banyuwangi akan terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya adalah dengan Komisi IV DPR RI yaitu Bapak Sonny Tri Danaparamitha,S.H.,M.H. agar kami dapat berkhidmah secara optimal dan menghadirkan manfaat konkret bagi warga Nahdliyin. Kegiatan pendampingan nelayan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut,” ungkap Muhammad Yusuf.
“Selain kerjasama melalui program aspirasi ini kami juga masih ada beberapa kegiatan yang sedang berjalan dan kami persiapkan untuk dilaksanakan dalam waktu dekat. Kami berharap rangkaian program ini menjadi langkah awal yang baik bagi kepengurusan LPPNU Banyuwangi periode 2026–2031 untuk terus berkhidmah, memperkuat pendampingan kepada petani dan nelayan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi meningkatkan kesejahteraan warga nahdiyin,” pungkasnya.
Baca juga : Selamat Hari Tani Nasional 2026, Petani, Soko Guru Bangsa
Selanjutnya, Sekretaris LPPNU Banyuwangi Syaiful Nor Hakim menambahkan, bahwa kegiatan pendampingan dan penyaluran bantuan mesin kapal bagi kelompok nelayan Bahari Setail Sejahtera ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja nyata LPPNU Banyuwangi dalam program 100 hari kerjanya sejak pelantikan pengurus LPPNU pada tanggal 12 Agustus 2026. Kegiatan pendampingan ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan mesin kapal, tetapi juga diarahkan pada penguatan kelembagaan kelompok nelayan. Kami akan serius mendamping kelompok BSS sekaligus kami juga akan intens berkomunikasi dengan penyuluh perikanan dari KKP yang membidangi permaslahan kelembagaan kelompok BSS ini. Dengan kelembagaan yang lebih kuat, kelompok diharapkan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta memperluas akses terhadap program pemerintah
“Ini merupakan salah satu program nyata kami di LPPNU Banyuwangi dalam mengisi 100 hari pertama masa khidmah kepengurusan. Sebelumnya, program pertama kami telah diwujudkan melalui pembagian bibit buah produktif kepada para petani. Kali ini, kami bergerak mendampingi kelompok nelayan agar mendapatkan akses bantuan sarana perikanan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran LPPNU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik di sektor pertanian maupun perikanan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah program lainnya saat ini masih dalam proses pelaksanaan dan persiapan, serta akan direalisasikan secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan.
Baca juga : Harga Cabai Rawit Meroket, Sonny: Jangan Semua Dibebankan ke El Niño
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, S.H., M.H., menegaskan bahwa kolaborasi dengan LPPNU Banyuwangi merupakan bagian dari komitmen yang telah disampaikannya saat menghadiri undangan pelantikan pengurus LPPNU Banyuwangi pada 12 Agustus 2026.
“Sebagaimana yang saya sampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus LPPNU Banyuwangi beberapa bulan yang lalu dan didengarkan langsung oleh Khatib Suriyah PCNU Banyuwangi Kyai Ahmad Khosim, yang hadir mewakili Rois Suriyah PCNU Banyuwangi, bahwa saya berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi bersama LPPNU Banyuwangi. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kalo gak saya tepati saya bisa kualat nanti.” ujarnya.
Menurut Sonny, penguatan sektor pertanian dan perikanan harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, dan umat secara luas. Upaya tersebut juga perlu diarahkan untuk mewujudkan cita-cita Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni kehidupan masyarakat yang baik, sejahtera, dan senantiasa berada dalam keberkahan Tuhan.
Baca juga : Sonny Ingatkan Pemerintah, Stok Aman Saja Tak Cukup, Harga Pangan Harus Terjangkau
dapat dicapai melalui keseimbangan antara produktivitas ekonomi, keadilan sosial, dan nilai-nilai spiritual. Oleh sebab itu, penguatan sektor agraria dan perikanan perlu dilaksanakan dengan keberpihakan kepada rakyat, pemerataan akses terhadap sumber daya dan program pemberdayaan, serta penerapan etika pengelolaan alam yang bertanggung jawab. Beliau juga berpesan Beliau berpesan , mari kita bersama sama untuk terus menjaga laut, memberdayakan nelayan, dan memastikan mereka pulang membawa harapan.
Kolaborasi antara LPPNU Banyuwangi dan Komisi IV DPR RI ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas kelompok nelayan, khususnya warga Nahdliyin di wilayah pesisir. Tidak hanya melalui dukungan sarana produksi, tetapi juga melalui penguatan kelembagaan, perluasan akses program pemerintah, dan pendampingan usaha.
Melalui sinergi tersebut, LPPNU Banyuwangi menegaskan perannya sebagai bagian dari ikhtiar pemberdayaan ekonomi umat, dengan mendorong sektor perikanan yang lebih produktif, mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan








