Beranda / Trending News / Sonny T. Danaparamita Tekankan Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Sonny T. Danaparamita Tekankan Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, kembali mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Pesan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) RHL diikuti oleh penerima manfaat Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) serta Bibit Produktif, Pada Rabu 06 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kehutanan, yang diarahkan untuk mendorong pemulihan lingkungan secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan secara produktif.

Dalam pemaparannya, Sonny menyoroti semakin meluasnya lahan kritis yang berdampak pada meningkatnya risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan di berbagai wilayah. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera direspons dengan langkah nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Baca juga : Sonny Danaparamita Ajak Penguatan Rehabilitasi Hutan di Banyuwangi Lewat Keterlibatan Kelompok Tani dan Program KBR

“Kita tidak bisa hanya menjadi penonton. Masyarakat harus menjadi bagian dari solusi untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang semakin menurun,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menjelaskan bahwa RHL bukan sekadar kegiatan penanaman pohon, tetapi merupakan upaya komprehensif untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan dengan masyarakat sebagai aktor utama. Melalui program KBR dan Bibit Produktif, diharapkan masyarakat tidak hanya merasakan manfaat lingkungan, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi jangka panjang.

“Program ini tidak akan berhasil tanpa peran aktif masyarakat. Pemerintah dan DPR hanya menyediakan dukungan dan fasilitas,” tegasnya.

Dalam suasana diskusi yang interaktif, Sonny juga mendorong masyarakat untuk memilih jenis tanaman yang bernilai guna dan ekonomis, serta mengembangkan pola kerja kelompok agar tercipta tanggung jawab bersama dalam pengelolaannya.

Ia secara khusus mengajak kelompok masyarakat untuk mulai mengembangkan pembibitan tanaman sukun. Menurutnya, sukun memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif karena kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi dan nilai gizinya yang baik.

“Sukun bisa menjadi pilihan pangan pendamping, bahkan alternatif pengganti beras jika dikelola dengan baik,” jelasnya.

Baca juga : Rumah Aspirasi DPR RI Jadi Ruang Curhat Nelayan Soal Ketidakpastian Kebijakan BBL

Selain itu, Sonny menilai komoditas sukun memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Permintaan dari pasar internasional, khususnya Eropa, disebut terus mengalami peningkatan seiring tren konsumsi pangan sehat.

“Ini peluang yang harus dimanfaatkan. Rehabilitasi lahan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat membuka sumber penghasilan baru,” tambahnya.

Program RHL sendiri mencakup pengembangan berbagai jenis tanaman, baik tanaman buah maupun tanaman kayu, yang disesuaikan dengan kondisi lahan di masing-masing wilayah. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh komitmen dalam perawatan dan pengelolaan yang berkelanjutan.

“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang. Lahan yang tidak produktif harus kita ubah menjadi lahan yang memberikan manfaat,” ujarnya.

Baca juga : Sonny Danaparamita Tegas, DPR Siap “Gas” Anggaran Demi Kesejahteraan Penyuluh Pertanian

Selain aspek teknis, Sonny juga menyinggung pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari nilai-nilai kehidupan yang menekankan tanggung jawab terhadap alam dan sesama.

Melalui kegiatan sosialisasi dan Bimtek ini, ia berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa rehabilitasi hutan dan lahan bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan kolektif yang membutuhkan komitmen, gotong royong, serta kepedulian berkelanjutan demi masa depan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *