SuaraTimurDaily, Bondowoso – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-53, Rumah Aspirasi Se Tretanan Dhibik (STD) dari Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T Danaparamita, menggelar aksi pelestarian lingkungan melalui gerakan menanam pohon di Desa Sumbersalak, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Minggu (11/01/2026).
Dalam keterangannya, koordinator rumah aspirasi STD, Dedy Faizal Ali menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati HUT PDI Perjuangan ke 53 ini merupakan wujud komitmen partai dalam menjaga ekosistem alam sekaligus menjalankan instruksi partai untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan kegiatan yang bermanfaat.
”Menanam sebagai instruksi ideologis bagi PDI Perjuangan, pelestarian lingkungan bukanlah sekadar isu tambahan, melainkan bagian integral dari perjuangan partai. Maka dari itu dalam rangka peringatan HUT PDI Perjuangan yang ke-53 ini kami ingin mengimplementasikan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang selalu menekankan bahwa mencintai bumi adalah bagian dari mencintai tanah air,” ungkap Dedy.
Baca Juga: Sonny T. Danaparamita Serap Aspirasi Peternak Kambing Etawa di Banyuwangi
Lebih lanjut, Dedy yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Bondowoso ini menegaskan jika dalam momentum HUT ke-53 ini PDI Perjuangan ingin menegaskan jati diri sebagai partai yang tidak hanya berfokus pada kesejahteraan rakyat tetapi juga kelestarian alam.

”PDI Perjuangan memiliki komitmen yang teguh tidak hanya pada politik kerakyatan tetapi juga terhadap Politik Hijau. Menanam pohon adalah cara kami merawat kehidupan. Kita ingin memastikan bahwa setiap gerak politik partai selalu selaras dengan upaya menjaga ekosistem alam tetap seimbang,” ungkapnya.
Sementara itu, saat di konfirmasi anggota DPR RI Sonny T Danaparamita mengungkapkan bahwa pada peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan tahun 2026 ini pihaknya menggelar gerakan penanaman pohon yang dilakukan bersama masyarakat, menurut Sonny kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial semata namun sebagai penegas bahwa PDI Perjuangan memiliki keberpihakan dan komitmen yang kuat pada upaya pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Sonny T. Danaparamita Hadiri Anniversary ke-7 Balawangi, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Banyuwangi
”Bagi PDI Perjuangan, isu lingkungan bukan sekadar tren musiman, melainkan amanat ideologis yang telah mengakar kuat. Gerakan penanaman pohon dalam rangka peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan ini merupakan bukti konsistensi partai di bawah kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri yang selalu menginstruksikan seluruh kader untuk memiliki kesadaran ekologis yang tinggi,” ungkap Sonny.

Selain itu, Politisi asal Banyuwangi tersebut juga mengungkapkan bahwa pelestarian lingkungan bukanlah sekadar isu teknis, melainkan perwujudan dari nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Partai meyakini bahwa lingkungan yang rusak akan paling berdampak buruk pada rakyat kecil (marhaen), sehingga menjaga alam berarti menjaga keselamatan rakyat.
”Bagi PDI Perjuangan, dampak pelestarian lingkungan adalah keadilan ekologis. Artinya, lingkungan yang sehat bukan hanya untuk estetika, tetapi agar rakyat kecil tidak menjadi korban dari eksploitasi alam yang berlebihan, sebab Politik tidak hanya bicara soal kontestasi, tetapi juga tentang pengabdian, kemanusiaan, dan kecintaan terhadap bumi pertiwi,” ungkapnya.
Kegiatan ini pun disambut antusias dari masyarakat desa Sumbersalak, sejak awal masyarakat bahu-membahu menanam bibit pohon di area yang telah ditentukan sebagai upaya mitigasi bencana alam dan penghijauan kawasan desa.
Ali Sulton salah seorang tokoh pemuda di desa Sumbersalak mengatakan bahwa pihaknya sangat antusias dengan kegiatan ini, ditambah lagi masyarakat juga mendapatkan bibit buah produktif secara gratis, yang bisa di manfaatkan untuk di tanam di lahan dan pekarangan masyarakat.
”Terimakasih kepada Bapak Sonny dan Rumah Aspirasinya yang pada hari ini melakukan penanaman pohon dan membagikan bibit pohon di wilayah kami, apa yang dilakukan PDI Perjuangan ini adalah contoh bahwa politik tidak hanya bicara soal kekuasaan, tetapi juga soal keberlangsungan hidup generasi mendatang,” pungkasnya.









